Solusi IoT untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional UMKM di Indonesia
- dhea76
- 19 Sep 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 18 Nov 2025

UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Data WeForum menunjukkan ada lebih dari 64,2 juta unit UMKM yang menyumbang sekitar 60% terhadap PDB nasional dan menyerap hingga 97% tenaga kerja. Angka yang luar biasa ini menegaskan betapa pentingnya peran UMKM dalam menjaga roda ekonomi bangsa tetap berputar.
Namun, memasuki era digital, para pelaku UMKM dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Biaya operasional naik, konsumen menuntut layanan yang serba cepat, dan persaingan kian ketat. Dalam kondisi seperti ini, teknologi Internet of Things (IoT) muncul sebagai jawaban. Bukan hanya jargon teknologi, IoT menawarkan solusi nyata untuk membuat bisnis lebih efisien, produktif, dan kompetitif.
Sayangnya, tingkat adopsi IoT di Indonesia masih rendah. Baru sekitar 8,9% perusahaan yang memanfaatkannya. Artinya, peluang masih terbuka sangat lebar, dan UMKM yang berani memulai lebih dulu berpotensi memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi.
Apa Itu IoT dan Mengapa Penting IoT untuk UMKM?
Internet of Things (IoT) adalah jaringan perangkat seperti sensor, mesin, kamera, atau alat sehari-hari yang terhubung ke internet dan saling bertukar data secara otomatis tanpa perlu dikendalikan manusia. Tidak hanya mengumpulkan data, IoT juga mampu memberikan notifikasi bahkan mengambil tindakan secara mandiri.
Bagi UMKM, IoT bisa berupa mesin produksi yang mengingatkan kapan waktunya perawatan, rak toko yang otomatis melaporkan stok barang, atau CCTV pintar yang bisa dipantau langsung lewat ponsel. Singkatnya, IoT mengubah benda-benda biasa menjadi asisten digital yang siap bekerja 24 jam untuk kelancaran usaha.
Manfaat IoT untuk UMKM
1.Efisiensi Operasional dan Pemantauan Real-Time
Dengan perangkat IoT, pemilik usaha dapat memantau kondisi bisnis secara langsung. Misalnya, bisnis logistik bisa menggunakan GPS tracker untuk melacak armada, memilih rute tercepat, dan menghemat biaya pengiriman.
2.Penghematan Biaya
IoT bisa membantu menekan biaya listrik dan perawatan. Misalnya, mesin dengan sistem perawatan prediktif bisa mendeteksi masalah lebih awal sehingga kerusakan besar yang mahal bisa dicegah. Studi global bahkan mencatat IoT mampu memangkas biaya operasional rata-rata 4–6%.
3.Produktivitas yang Lebih Tinggi
Banyak pekerjaan rutin bisa diotomatisasi. Hasilnya, karyawan bisa fokus ke tugas yang lebih penting. Riset dari MoldStud menunjukkan, perusahaan yang mengadopsi smart technology mengalami peningkatan produktivitas signifikan bahkan di tahun pertama.
4.Keputusan Lebih Tepat Berbasis Data
Data real-time dari IoT membantu pemilik usaha mengambil keputusan cepat dan akurat. Contoh sederhana, ketika data menunjukkan penjualan es krim melonjak di sore hari saat cuaca panas, pemilik toko bisa langsung menambah stok atau meluncurkan promo khusus.
5.Keamanan Bisnis Lebih Terjamin
Dengan CCTV berbasis IoT, pemilik toko bisa memantau usahanya dari jarak jauh. Ditambah sensor gerak atau alarm pintu, risiko pencurian dapat berkurang karena peringatan otomatis yang langsung terkirim ke ponsel.
Tren IoT Terkini 2025: Saat IoT Bertemu AI
Tahun 2025 membawa gelombang baru dalam dunia IoT, terutama lewat integrasi dengan artificial intelligence (AI). Berikut adalah tren utama yang perlu diperhatikan UMKM:
1.Integrasi AI dan IoT (AIoT)
IoT menghasilkan data dalam jumlah besar, sementara AI mengolah data itu menjadi insight. Kombinasi keduanya menghasilkan sistem yang lebih pintar dan otomatis, misalnya predictive maintenance pada mesin produksi yang bisa mencegah kerusakan sebelum terjadi.
2.Edge Computing
Alih-alih semua data harus dikirim ke server jauh di internet, edge computing membuat data diproses langsung di perangkat terdekat. Hasilnya, respon jadi lebih cepat dan biaya internet lebih hemat, serta operasional tetap aman terkendali meski koneksi internet naik-turun.
3.Konektivitas 5G
Dengan latensi sangat rendah, 5G membuka peluang bagi ribuan perangkat IoT untuk beroperasi secara bersamaan tanpa hambatan. UMKM di bidang logistik, retail, hingga agrikultur bisa memanfaatkannya untuk mempercepat layanan.
Digital twin adalah replika virtual dari aset atau proses bisnis yang diperbarui secara real-time. UMKM bisa menguji strategi baru di dunia virtual sebelum mengaplikasikannya, sehingga lebih aman dan hemat biaya.
5.Keamanan Siber IoT
Semakin banyak perangkat yang terhubung berarti semakin besar risiko serangan siber. Karena itu, tren 2025 menekankan keamanan dengan enkripsi kuat, autentikasi ganda, hingga blockchain. Platform IoT terbaik 2025 bahkan sudah dilengkapi AI untuk mendeteksi ancaman secara otomatis.
Studi Kasus: Budidaya Jamur Tiram di Banyuwangi
Salah satu contoh menarik implementasi IoT dalam industri lokal datang dari Desa Gintangan, Banyuwangi. Para petani jamur tiram di sana dulunya kesulitan menjaga kestabilan suhu dan kelembapan, yang sering membuat hasil panen menurun drastis. Melalui program pendampingan, mereka mulai menggunakan sistem otomatis berbasis IoT yang mampu mengatur suhu dan kelembapan secara real-time. Sistem ini terhubung dengan aplikasi Android sehingga kondisi bisa dipantau dan dikontrol langsung dari ponsel.
Hasilnya luar biasa. Produktivitas meningkat hingga 25%, serangan hama berkurang, dan angka kematian jamur turun. Pendapatan pun naik karena panen lebih banyak dan kerugian menurun. Inilah bukti nyata bahwa implementasi IoT untuk UMKM dalam industri lokal bisa menghadirkan perubahan signifikan.
Tantangan Adopsi IoT di Kalangan UMKM
Meski potensinya besar, adopsi IoT tidak selalu mudah. UMKM di Indonesia masih menghadapi beberapa hambatan utama:
1.Peralatan Masih Manual
Banyak UMKM masih menggunakan mesin tradisional yang tidak mendukung integrasi sensor, sehingga sulit menghasilkan data otomatis.
2.Modal Terbatas
Investasi awal untuk perangkat IoT, sensor, hingga layanan cloud sering terasa berat, apalagi jika manfaatnya belum langsung terlihat.
3.Kesenjangan Pengetahuan
Walaupun akrab dengan smartphone, banyak pelaku UMKM belum terbiasa membaca dashboard IoT atau mengelola data digital.
4.Keamanan Data yang Rentan
Risiko kebocoran data atau peretasan perangkat IoT masih tinggi, sementara kesadaran pelaku UMKM akan keamanan digital relatif rendah.
5.Keterbatasan Ruang Usaha
Tidak sedikit UMKM beroperasi dari rumah atau ruang terbatas, yang membuat pemasangan infrastruktur IoT seperti sensor atau server menjadi kurang ideal.
Tantangan ini wajar terjadi di tahap awal transformasi digital. Namun bukan berarti jalan buntu. Justru inilah tanda bahwa UMKM membutuhkan solusi sederhana, terjangkau, dan didukung edukasi berkelanjutan.
Mengapa Memilih CODE.ID untuk Integrasi AI dan IoT?
CODE.ID hadir sebagai mitra yang memahami dinamika dan kebutuhan unik UMKM Indonesia. Alih-alih menawarkan solusi generik, CODE.ID menghadirkan layanan yang disesuaikan dengan tantangan nyata yang dihadapi pelaku usaha. Mulai dari otomatisasi, identifikasi digital, smart sourcing, hingga transformasi digital berbasis cloud dan AI, semua dirancang untuk mendukung efisiensi dan pertumbuhan berkelanjutan.
Dengan pengalaman panjang di dunia teknologi, CODE.ID membantu UMKM menjembatani kebutuhan praktis sehari-hari dengan teknologi canggih yang sering terasa sulit dijangkau. Bersama partner yang tepat, transformasi digital tidak lagi menakutkan, tetapi menjadi langkah strategis yang memberi nilai nyata bagi bisnis.
Siap menjadikan bisnis Anda lebih efisien dan kompetitif? Kunjungi CODE.ID untuk informasi lengkap dan konsultasi gratis!
📞 Hubungi kami: +62 813-9971-0111
🌐 Pelajari lebih lanjut: www.code.id
📧 Email: info@code.id
.png)



Komentar