top of page

Membongkar Arsitektur Agentic AI: Memori & Penalaran

  • 17 Jul
  • 4 menit membaca
Digital illustration of an autonomous AI agent using memory and reasoning to analyze data, make decisions, and execute business tasks

Artificial Intelligence (AI) kini memasuki babak baru. Jika sebelumnya AI hanya dikenal sebagai teknologi yang mampu menjawab pertanyaan atau menghasilkan teks, kini AI telah berkembang menjadi sistem yang mampu mengambil keputusan, merencanakan tugas, hingga berinteraksi dengan berbagai aplikasi untuk mencapai suatu tujuan. Evolusi inilah yang dikenal sebagai Agentic AI, sebuah pendekatan baru yang memungkinkan AI bekerja layaknya rekan kerja digital, bukan sekadar chatbot.


Berbeda dengan model AI konvensional yang selalu menunggu instruksi dari pengguna, Agentic AI mampu menentukan langkah berikutnya secara mandiri, memanfaatkan berbagai tools yang tersedia, dan menyesuaikan tindakannya berdasarkan situasi yang terus berubah. Kemampuan ini menjadikan Agentic AI sebagai solusi yang menjanjikan bagi perusahaan yang ingin mengotomatisasi proses bisnis yang kompleks sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.


Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja Agentic AI?

Jawabannya terletak pada dua kemampuan utama yang menjadi fondasi sistem ini, yaitu memori (memory)Ā dan penalaran (reasoning).


Apa Itu Agentic AI?

Agentic AI adalah sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan, bukan sekadar memberikan respons terhadap sebuah prompt. Alih-alih menghasilkan satu jawaban, AI agent dapat memahami tujuan pengguna, menyusun rencana, menjalankan beberapa langkah secara berurutan, lalu mengevaluasi apakah tujuan tersebut telah berhasil dicapai.


Sebagai contoh, bayangkan Anda meminta AI untuk membuat laporan penjualan bulanan. AI tradisional mungkin hanya akan memberikan template atau menjelaskan cara membuat laporan tersebut. Namun, Agentic AI dapat mengambil data dari berbagai sistem, menganalisis performa penjualan, membuat visualisasi dalam bentuk grafik, menyusun ringkasan, hingga mengirimkan laporan kepada pihak terkait tanpa perlu diarahkan di setiap tahap.


Kemampuan untuk merencanakan dan bertindak secara mandiri inilah yang membedakan Agentic AI dari Generative AI pada umumnya.


Fondasi Arsitektur Agentic AI

Meskipun setiap platform memiliki implementasi yang berbeda, sebagian besar arsitektur Agentic AI dibangun di atas prinsip yang sama. Sebelum mengambil tindakan, AI harus mampu memahami lingkungan sekitarnya, mengingat informasi yang relevan, melakukan penalaran, serta berinteraksi dengan berbagai sistem eksternal.


Di antara seluruh komponen tersebut, memoriĀ dan penalaranĀ merupakan bagian yang paling penting karena keduanya memungkinkan AI mengambil keputusan berdasarkan konteks, bukan sekadar merespons setiap permintaan sebagai informasi yang benar-benar baru.


Mengapa Memori Penting dalam Agentic AI?

Bayangkan Anda sedang berbicara dengan seorang rekan kerja yang selalu lupa setiap percakapan sebelumnya. Setiap kali ingin melanjutkan pembahasan, Anda harus mengulang semua informasi dari awal.

Kurang lebih seperti itulah AI yang tidak memiliki memori.


Memori memungkinkan AI menyimpan informasi dari interaksi sebelumnya, alur kerja yang sedang berjalan, maupun pengetahuan bisnis sehingga AI dapat memberikan respons yang lebih relevan. Dengan adanya memori, AI tidak lagi memperlakukan setiap percakapan sebagai sesi yang terpisah, tetapi mampu memahami hubungan antara informasi lama dan informasi baru.

Secara umum, Agentic AI memiliki dua jenis memori.


Short-term memoryĀ digunakan untuk menyimpan informasi yang berkaitan dengan tugas yang sedang dikerjakan, seperti percakapan saat ini, hasil dari tools yang baru digunakan, maupun data sementara selama proses berlangsung.


Sementara itu, long-term memoryĀ berfungsi menyimpan informasi yang tetap berguna dalam jangka panjang, seperti preferensi pelanggan, kebijakan perusahaan, dokumentasi internal, maupun riwayat interaksi sebelumnya. Dengan memori jangka panjang, AI dapat memberikan pengalaman yang lebih personal sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di masa mendatang.


Peran Reasoning dalam Agentic AI

Jika memori menyediakan informasi, maka reasoningĀ menentukan bagaimana informasi tersebut digunakan.


Reasoning memungkinkan AI mengevaluasi berbagai kemungkinan sebelum mengambil tindakan. Daripada langsung memberikan jawaban, AI akan menganalisis konteks, mempertimbangkan berbagai opsi, lalu menentukan langkah yang paling tepat untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Kemampuan ini menjadi sangat penting di lingkungan perusahaan, di mana satu keputusan sering kali dipengaruhi oleh banyak variabel dan ketergantungan antar sistem.


Sebagai contoh, ketika seorang karyawan meminta AI untuk menjadwalkan rapat, AI tidak hanya membuat undangan kalender. AI terlebih dahulu akan memeriksa ketersediaan waktu seluruh peserta, membandingkan beberapa opsi jadwal, mengidentifikasi potensi benturan agenda, lalu memilih waktu yang paling sesuai sebelum mengirimkan undangan rapat.


Melalui proses penalaran inilah AI berkembang dari sekadar asisten percakapan menjadi sistem yang mampu mendukung pengambilan keputusan.


Bagaimana Memori dan Reasoning Bekerja Bersama?

Memori dan reasoning merupakan dua kemampuan yang saling melengkapi. Memori menyediakan informasi yang dibutuhkan, sementara reasoning menentukan bagaimana informasi tersebut dimanfaatkan.


Misalnya, sebuah AI untuk layanan pelanggan pernah membantu menyelesaikan kendala login seorang pelanggan. Ketika pelanggan yang sama menghubungi kembali beberapa hari kemudian, AI dapat mengingat riwayat percakapan sebelumnya, memahami masalah yang pernah terjadi, kemudian menentukan solusi lanjutan yang paling sesuai tanpa harus mengulang proses diagnosis dari awal.


Tanpa memori, AI akan kehilangan konteks.

Tanpa reasoning, AI tidak mampu menentukan tindakan terbaik berdasarkan informasi yang dimilikinya.


Kombinasi keduanya memungkinkan Agentic AI belajar dari pengalaman, beradaptasi terhadap perubahan, dan menyelesaikan permasalahan bisnis yang semakin kompleks.


Dari Menjawab Pertanyaan Menjadi Menyelesaikan Pekerjaan

Perbedaan terbesar antara AI tradisional dan Agentic AI terletak pada kemampuannya untuk bertindak, bukan hanya menjawab.


Agentic AI dapat terhubung dengan berbagai sistem perusahaan, seperti CRM, ERP, database, layanan cloud, maupun API internal. Dengan koneksi tersebut, AI tidak hanya memberikan rekomendasi kepada pengguna, tetapi juga mampu menjalankan berbagai proses secara langsung.


Bagi perusahaan, hal ini berarti karyawan tidak lagi harus berpindah-pindah aplikasi untuk menyelesaikan pekerjaan yang berulang. AI dapat mengambil alih berbagai tugas operasional sehingga tim dapat lebih fokus pada pekerjaan yang bersifat strategis dan bernilai tinggi.


Mengapa Agentic AI Penting bagi Bisnis?

Seiring meningkatnya investasi perusahaan dalam transformasi digital, AI tidak lagi dipandang sebagai sekadar teknologi pendukung, tetapi mulai menjadi bagian penting dalam operasional bisnis sehari-hari.


Namun, keberhasilan implementasi AI tidak hanya bergantung pada seberapa canggih model AI yang digunakan. Yang lebih penting adalah kemampuan AI untuk memahami konteks, mengingat informasi sebelumnya, serta mengambil keputusan secara tepat di berbagai proses bisnis.

Agentic AI menghadirkan kemampuan tersebut dengan menggabungkan memori, reasoning, perencanaan, dan integrasi sistem dalam satu arsitektur yang saling terhubung.


Baik untuk mengotomatisasi layanan pelanggan, meningkatkan efisiensi operasional, maupun membantu pengambilan keputusan berbasis data, Agentic AI menjadi langkah berikutnya dalam perjalanan transformasi digital perusahaan.


Masa depan AI bukan lagi tentang sistem yang hanya mampu menghasilkan jawaban, melainkan sistem yang mampu berpikir, mengingat, dan bertindak.

Dengan menggabungkan kemampuan memori dan reasoning, Agentic AI membuka peluang bagi perusahaan untuk melampaui otomatisasi sederhana menuju sistem yang mampu mengambil keputusan secara cerdas dan menjalankan berbagai proses bisnis secara mandiri.

Memahami arsitektur Agentic AI menjadi langkah awal bagi organisasi yang ingin membangun solusi AI yang tidak hanya cerdas, tetapi juga adaptif, kontekstual, dan siap mendukung kebutuhan bisnis di masa depan.

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


861/2 Copper PI , zetlandNSW, Sydney 2017

  • Whatsapp
  • Facebook
  • Instagram
  • LinkedIn
  • YouTube

©2023. All right reserved.

Address

Jakarta

Mangkuluhur City Tower One 7th Floor

Jl. Gatot Subroto Kav. 1-3
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12930

Sydney

Contact

Careers

Jakarta : info@code.id

​Sydney : andrew.o@code.id

​

Phone : +6221  5010 3081

WhatsApp : 0813 9971 0111

CODE.ID Logo

CODE.ID is a software development service company that focuses on helping clients turn their best ideas into a product, application, or website.

bottom of page